Sabtu, 19 Februari 2011

Beri Arti

jika tak mampu menjadi jalan yang besar,
jadilah jalan kecil yang mampu menjadi jalan tembus yang strategis...

jika tak bisa jadi sungai yang besar,
jadilah sungai kecil yang bisa mengairi hektaran sawah...

jika tak kuat memecahkan bongkahan batu,
panggilah tukang batu... whawhawha.canda.com

Maafkan saya atas keterbatasan dan kelemahan saya,
bukan disini tepatnya saya mengabdi...
semoga disana saya akan mampu memberi arti....

Salam Jaya Selalu
01 February at 15:23   
Hasta Muda Prakarsa, Ong Andrie, Ketik Reg Spasi Agus and 6 others like this.

1 komentar:

  1. Pahamilah ini dengan cinta....
    Karna dgn cinta kau akan memahami kedamaian hati dan ketika ia merasuk mencoba menyatukan rasamu dengannya, biarkan ia membawamu jauh terbang, sejauh yg tak bisa kau sentuh, layaknya kau melihat merpati berkepak diantara hitam putih hamparan langit biru, membawa risalah cinta bagi jiwamu, seperti halnya kau memahami akan dirimu sendiri yg kian jauh renungi perjalanan hidup yg kian menukik, sarat akan tanya.
    (sok romantis,haha)

    saat menyadari kesendirian ku,tiba2 hinggap sebuah rasa khawatir menelusup pada rongga jiwaku.
    Darah seperti enggan mengalir. Terkadang cinta memang sulit utk di terjemahkan.
    Ketika dua jiwa saling menyatu,sekalipun jarak yg terbentang,namun getar jiwa atas cinta itu slalu lekat dalam tabir hati yg kian terasa perih karna rindu.
    Semoga kau baik2 saja disana. Aku hanya bisa mengirimkan doa lewat getar hatiku yg kian perih atas rindu dan juga tulus cinta yg terpatri dlm jiwaku. Panah2 rasa itu melesat pd bayang2 mu yg kian manis tersenyum di balik lipatan waktu dan jarak.

    Kekasihku,aku yakin bhw cinta atas kesetiaan akan membawa kita pd sebuah keabadian yg akan selalu menuntun kita,membawa kita pergi jauh,jauh pd puncak2 suci. Betapa aku gelisah memikirkan mu.
    Aku hanya menelan resah sendiri,menelan resah tnp hadir mu.

    Aku yakin bahwa kau juga akan menanti cintaku dgn setia dan akan merasakan sesuatu yg sama dgn ku saat ini.
    Walau entah kapan cinta itu akan menyatukan kita.
    Itulah keyakinanku terhadap perasaan yg kunamai dgn mencintaimu.

    Meski terkadang kesetiaan yg kau genggam lebih kuat di banding dgn apa yg aku miliki.
    Terlalu banyak luka yg aku beri atas kesetiaan yg kau jaga. Terlalu banyak luka yg ku taburkan dlm hatimu atas kesetiaan cinta antara kita.
    Terlalu setia kau dgn dera & luka atas risalah cinta kita ini. Terlalu banyak nyeri yg ku beri. Tp kau mampu dan bisa utk menerimanya dgn lapang. Dan,kau bisa menerima segala kekurangan cinta (antara kau dan aku) apa adanya, dan begitu sederhananya cinta yg terjalin antara kita ini,tanpa kau keluhkan padaku,tanpa kau tanyakan perihal kesederhanaan yg ada.

    Kita yakin bhw kita saling percaya dan menjaga kesetiaan antara kita. Menunggu dan terus menunggu hingga kaki tak mampu lagi mendaki ngarai bumi yg kian bengis berputar memijakkan rotasinya antara cinta kita. Cinta yg di lemparkan dr alam berantah,lalu kita memanggulnya,memungutnya dalam hati,kita tak kuasa dan lelah dengan nya.
    Kita menjaga dan merawatnya meski terlalu sakit rasanya. Tapi itulah kenikmatan cinta, cinta yg luka.

    Aku tahu bahwa kau juga menahan gemuruh yg tak terjemahkan dlm kata. Aku mencintaimu tanpa harus terselip tendensi yg akan menghancurkan kita pd sebuah prasangka, sebuah prasangka yg akan menghancurkan kita dr bangunan cinta.
    Aku tdk ingin menjadi penjahat yg menghancurkan singgasana cinta. Dan aku tak ingin jd tuan yg merubuhkan rumahnya sendiri. Ku tak ingin hanya krn setetes api akan menghanguskan seluruh belantara asmara dan cinta yg telah kita dekap beberapa saat yg lalu.

    Malam semakin dingin. Ruang ini terasa gelap. Semua telah padam. Yg ada hanya pijar hati yg menyinari kegelapan jiwa. Pijar yg mengepak seiring keresahan malam. Pijar yg mengisyaratkan kesetiaan yg tulus pd mu.

    Tuhan... Engkau yg menganugrahkn cinta pd kami hambu-MU manusia. Engkau yg memberikan pelajaran dan juga pemahaman bagi kami tentang cinta.
    Hamba mohon.... jika memang ia adalah pilihan yg Engkau kehendaki bagi hamba,maka jadikanlah ia pendamping hamba utk selamanya.
    Jangan Engkau bangun benteng yg akan membentangkan jarak pemisah antara kami. Rekatkan kami seperti rekatnya nafas dan ruh. Namun jika memang Engkau berkehendak lain atas cinta kami,maka berikanlah pengganti terbaik bagi kami dan cukupkanlah kami dgn Ridho-MU..

    BalasHapus